Slider

VIDEO

BLOGGING NOTE

KULINER

SEJARAH

ACEH SELATAN

S O S O K

Gallery

» » Road to Kampung (bag 1)

CANGKIRKUPI>> Lama sudah tidak bertegur sapa, entah bagaimanalah kabar nya para sahabat semua? Jauh dari ujung pulau sumatera, aku berharap semoga sahabat senantiasa sehat dan selalu bergembira menjalani kehidupan yang fana ini, Cieee...... 

Sahabat blogger, Mumpung masih berada dibulan Syawal, aku dan keluarga besar Blog Cangkir Kupi memohon maaf yang sebesar - besarnya atas kesilapan kata dan kekurang ajaranku dalam berkomentar ditulisan sahabat semua. Aku maklum bahwa sedikit banyak sudah tentu terselip kata - kata yang tidak patut sehingga menimbulkan sikap antipati yang tidak dinampakkan padaku. Mohon maaf ya sahabat....

Sejak menjalani awal ramadhan kemaren, kita semua tentu sudah mempunyai banyak cerita bersama teman dilingkungan atau bisa jadi bersama warga dikampung halaman. Aku sudah membaca beragam cerita di blognya sahabat, ada yang lucu, ada yang sedih dan ada ada saja, hehehe...

Jujur aja, aku suka membaca satu persatu kisah tersebut sembari duduk didepan lappay sambil ngopi tentunya.

Aku mau berbagi cerita sedikit selama awal ramadhan hingga 1 syawal. Bulan Ramadhan sudah kita ketahui merupakan bulan terbaik daripada bulan - bulan yang ada. Pada bulan ramadhan biasanya umat muslim yang taat berlomba - lomba untuk beribadah kepada Nya, berlomba - lomba untuk selalu mengerjakan perintah Allah ta'ala sejak fajar tiba hingga larut malam selama sebulan penuh. Semua itu disebabkan karena kebaikan bulan ramadhan itu sendiri seperti yang sudah dijanjikanNya. 

Seperti tahun - tahun yang lewat, aku menjalani puasa dengan wajar dan berusaha untuk tidak membatalkannya hingga tiba pada waktu berbuka puasa. Memang berat sih dihari pertama itu karena aku sudah terbiasa minum air putih tatkala sedang duduk atau sedang melakukan aktifitas didepan lappay. Seperti halnya disaat pukul 11 siang, aku hampir saja silap tatkala selesai merapikan pot bunga didepan rumah kemudian membersihkan tangan di kamar mandi. Nah saat itu aku lupa bahwa sedang berpuasa, terus kusambar gelas dan langsung menuangkan air putih dari kulkas. Tatkala hendak kuangkat ke mulut barulah kusadari bahwa aku sedang berpuasa, hingga kemudian gelas tersebut kuletakkan kembali dan buru - buru aku ngacir ke depan rumah supaya tidak terbebani oleh rasa haus. 

Begitulah sahabat, dengan sebaik mungkin kujalani puasa tersebut dan karena rumahku jauh dari mesjid sehingga tadarus kulaksanakan sendirian dirumah. Walaupun tidak seta'at orang lain dalam menjalani bulan ramadhan itu tapi aku telah berusaha dengan sebaik mungkin menjaga agar puasaku tidak batal dan tentunya Allah lah yang menilai semuanya. 

Hingga tiba pada waktunya ku pulang kekampung dengan menggunakan sepeda motor dan menempuh waktu 10 Jam. Yakni pada puasa ke 14, setelah makan sahur aku berangkat dari rumah menembus pagi yang dingin dan menapaki jalan raya yang lengang. Dengan segenap kepasrahan padaNya aku mantap untuk pulang kampung dengan menggunakan sepeda motor. Udara yang dingin karena berada di pegunungan sering membuat gak nyaman berkendara, akan tetapi aku menyadari bahwa sekali kali jangan pernah larut dengan perasaan disaat sedang berada dijalan raya karena bisa menyebabkan kanker, impotensi dan gangguan kehamilan pada janin, hahahaa... serius amat sih. Tapi memang betul loh nasehat tersebut karena jika menuruti rasa dingin itu maka perjalanan akan terhambat dan tentu saja ada bahaya lain yang mengintai.
Kawasan LhokNga, Pintu keluar dari Banda Aceh
Jalanan yang mulus tapi menyimpan bahaya juga kalau lena

Nah, ini nih yang wajib diwaspadai dijalan nan mulus.

Sahabat, pada dasarnya aku memang lebih suka menaiki sepeda motor disaat pulang kampung karena jika capek dan penat, sewaktu waktu bisa saja beristirahat ditempat yang berpanorama indah seperti di kawasan gunung guretee yang berada di Kabupaten Aceh Jaya. Gunung guretee biasa disebut kawasan puncak oleh anak - anak muda karena diatasnya memang sudah di setting untuk memanjakan pengunjung dengan adanya cafe - cafe yang menyediakan aneka penganan dan minuman sehingga para pengunjung pun akan betah lama - lama berada dipuncak sambil menikmati pemandangan laut yang eksotis. Sudah ku upload foto - foto panorama dikawasan puncak Guretee itu agar kita semua bisa menikmatinya dan mana tau ada yang berminat untuk main - main disana. Puncak Guretee berjarak 2 jam dari kota banda aceh jika rata - rata perjalanan 80 - 90 KM/Jam nya.
Anda memasuki kawasan Puncak Guretee

Salah satu pemandangan yang bisa kita saksikan
Indah kan ?

Setelah beberapa saat beristirahat di puncak guretee, karena sedang dibulan puasa sehingga cafe - cafe dipuncak gak ada yang buka so... jangan nuduh aku minum aer ya.... hahaha/ perjalananpun kembali dilanjutkan. Suara motorku kembali menderu - deru menaiki jalanan yang berbukit - bukit, berkelok - kelok menyimpan misteri akhirnya dalam 3 jam aku sampai ke Teunom, yakni pintu masuk ke kota Meulaboh kabupaten Aceh Barat. Disini aku berhenti sebentar karena mau pipis... Segera ku masuk ke kamar kecil yang tersedia di sebuah mesjid. Taklama berselang kembali kulanjutkan perjalanan menuju kota meulaboh. Aku sengaja memacu kencang motorku supaya bisa sampai ke meulaboh jam 12 siang. Syukurlah tanpa kesulitan aku berhasil masuk ke Meulaboh sekitar pukul 12.30 Wib.
Harus melintasi jalan berdebu, jalan sedang diperbaiki

Gunung yang dibelah untuk bisa dilewati, menghemat waktu 1 jam

sesaat melepas lelah sambil liat panorama pagi

Kembali melintasi jalan diantara gunung yang dibelah


Menuruni gunung Tran yang memakan waktu 1 jam

Selamat datang di Kota Meulaboh
Ngisi bensin dulu ya

Total sudah 6 jam ku berkendara, dan setelah ngisi bensin di sebuah SPBU perjalanan pulang kembali kulanjutkan. Targetnya sih jam 5 sore sudah berada di kampung agar bisa berbuka puasa bareng keluarga. 
(bersambung ke bag 2)


SETELAH MEMBACA ARTIKEL DIATAS, BAGAIMANA PENDAPATMU..

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

29 >>Komentar :

  1. Om Dee akhirnya update juga :D

    Jalan nya masih sepi2 yaa, pake pemandagannya seru banget, mana fotonya om dee neh :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ada kok di bagian keduanya niar, hehehe

      Hapus
  2. asyik pertamax dapet kopi susu neh :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mari mari segera masuk, segelas kopi susu telah menanti, hahaha

      Hapus
  3. Kalau mudik dengan jalanan lengang gitu enak ya Om.. Pemandangan kanan kirinya juga bagus. Jadi tidak perlu melaju kencang.. :)

    Maaf lahir batin ya Om...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kebetulan pagi hari dan jalanan memang masih sunyi, mungkin karena libur sekolah kali ya.
      Mohon maah lahir dan bathin juga :)

      Hapus
  4. betapa Indahnya Aceh om dee, saya jadi pengen juga ke sana

    pengen banget keliling indonesia, agar bisa lebih menghargai keindahan negeri sendiri

    salam kenal om dee ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal juga Mas boll, mudah2an kesampaian deh cita2 dan harapannya. Jika mampir ke aceh jgn lupa kasih tau saya....

      Hapus
  5. wew, lama gak bersua kawan! kangen ama kopi aceh nih! heheheee..
    mantap banget road to kampungnya, walaupun dari sisi kacamata gue ini bukan seperti kampung lagi!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kan dah tahun 2012 kawan, wujud kampung pun banyak berubah tentunya. itu yg di pic masih berada dikampung orang, belum masuk ke kampungku. hehehe

      Hapus
  6. mudik naik motor rasanya pasti seru ya bang...tapi jaraknya lumayan jauh juga ya..

    mohon maaf lahir batin ya bang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak, sampe galau rasanya pas dh di kmpg, rasanya malas balik lagi. Hehehe

      Hapus
  7. Wah seru banget tuh kang perjalanannya. Bisa menikmati pemandangan yang begitu indah. Nyesel ane kang kemarin diajak mudik pakai sepeda motor nggak mau. Jadi nggak bisa cerita waktu perjalanan mudik deh :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Seperti sisi mata uang kang yitno, kdg pas ketemu panorama indah disitu terasa bahwa prjalanan kita gak sia2, tp pas ngingat rutenya yg panjang banget, terasa banget capeknya...

      Hapus
  8. Sangat luar biasa pemandangannya :)
    Tak lupa selamat hari lebaran
    Mohon maaf lahir dan bathin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mudah2an keindahan alam aceh lintas selatan tetap lestari hingga nanti.

      Hapus
  9. wisyiiii....indah bgd perjalanan menuju kampungny y pa'e.
    betah tuh pasti anak2 klo di bw kesana.

    ditunggu crita selanjutnya..jgn klamaan hiatus pa'e heeee

    BalasHapus
    Balasan
    1. Insya Allah gak hiatus lagi Bu'e, soalnya modem sudah sembuh dari sakitnya, hehhehe

      Hapus
  10. maaf lahir batin bang, kemana aja baru postinga lagi nih

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau diceritakan agak panjang mbak, namun yg jelas kemaren tu gara2 studio miniku dirumah, trus modempun sakit2an. Bah sekarang aku pingin aktif lagi deh sbg blogger....

      Hapus
  11. Waduh, di jalan yang mulus pemandangannya pun paha-paha mulus berwarna coklat, banyak lagi. Untung tidak mengundang sesuatu yang dapat membatalkan puasa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau paha itu mana membatalkan puasa mas, hahaha.... tapi mereka merupakan bahaya laten pengendara motor dijalan raya.

      Hapus
  12. apa kabar? mohon maaf lahir & batin ya..

    10 jam itu perjalanan tanpa macet kayaknya ya.. Berarti jarak tempuhnya jauh juga. Tp pemandangannya bagus2.. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kabar alhamdulillah sehat mbak,
      Terkadang terjebak macet juga disaat melintasi ibukota kabupaten lainnya, biasalah jam sibuk katanya...

      Hapus
  13. Horeee ... udah lama gak kesini, ikut nikmati panorama perjalan mudiknya sob :D

    masih ada kopi kah ?? hehhe :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo kopi sih masih banyak sob, pilih aja mau kopi pwol, kopi pancung atau kopi manis2 ujung tebu nih... hahhahaa...

      Hapus
  14. Melihat photo-photo diatas, saya jadi teringat kisah Hafalan Sholat Delisa, Pak. LhokNga sudah benar-benar pulih sekarang?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lhoknga sudah sangat bagus mas, selalu rame dikunjungi oleh wisdom dan wisman. Syukurlah pemda aceh serius menangani objek pariwisata tersebut

      Hapus
  15. Om Dee, mau tanya ni, kalau dari Banda ke Takengon, Takengon ke Gurah, Gurah ke Meulaboh, dan Meulaboh ke Banda itu apakah Om Dee tahu kira2 berapa jam ya masing2 perjalanan itu? :)

    BalasHapus

Silahkan Beri Tanggapanmu Tentang Post diatas ^_^